LAPORAN KEUANGAN BUMDES
Oleh: NUR ROZUQI*
Laporan keuangan BUMDes adalah alat utama untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan evaluasi kinerja usaha desa. Tiga komponen utama yang wajib disusun secara berkala adalah neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Laporan Neraca (Balance Sheet)
Menunjukkan posisi keuangan BUMDes pada suatu waktu tertentu.
a. Aset (Aktiva), berisi uraian tentang kas, piutang, persediaan, peralatan, investasi
b. Kewajiban (Liabilitas), berisi uraian tentang utang usaha, gaji belum dibayar, pajak terutang
c. Ekuitas (Modal), berisi uraian tentang modal awal, laba ditahan, dana sosial
Tujuan: Menunjukkan kekayaan dan kewajiban BUMDes secara keseluruhan.
2. Laporan Laba Rugi (Income Statement)
Menampilkan pendapatan dan biaya selama periode tertentu.
a. Pendapatan dari: penjualan produk/jasa, bunga bank, sewa aset
b. Biaya untuk: biaya produksi, gaji, listrik, transportasi
c. Laba/Rugi Bersih: selisih antara pendapatan dan biaya
Tujuan: Menilai apakah BUMDes menghasilkan keuntungan atau mengalami kerugian.
3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)
Mencatat penerimaan dan pengeluaran kas selama periode pelaporan.
a. Arus Kas Operasi, meliputi dari: kas dari penjualan, pembayaran biaya operasional
b. Arus Kas Investasi, meliputi dari: Pembelian aset, investasi baru
c. Arus Kas Pendanaan, meliputi dari: penyertaan modal, pinjaman, pembayaran utang
Tujuan: Menunjukkan kemampuan BUMDes dalam mengelola likuiditas dan kas harian.
Terima kasih, semoga barokah, Aamiin…
*Penulis adalah
Direktur Pusbimtek Palira
Ketua Umum DPP LKDN

